fallback-image

Peluang Menguntungkan Jadi Reseller gamis

Bukan hal yang bagi setiap orang untuk terjun ke bisnis busana muslim yang ketika itu masih jarang peminatnya. Untuk memenuhi keinginannya membuka butik, diperlukan modal yang sangat tidak sedikit. Satu per satu desain yang dibuatnya pun selesai. Ia tidak memproduksi secara massal satu desain kaos, melainkan reseller gamis hanya satu atau dua potong. Segera setelah produksi pakaian mencukupi, butik pertama yang menjual baju muslim akhirnya dibuka di Sarinah Thamrin pada awal 1980-an.

Namun, busana muslim bukan tanpa kekurangan. Saat itu, busana muslim bukanlah pilihan busana yang universal. Namun, yang terpentingĀ  adalah busana muslim reseller gamis yang menutupi aurat dan tidak ketat. Saat mendesain busana muslim yang tipis, namun tetap menutup aurat. Ia menambahkan furing, tambahan kain di bagian dalam baju agar tidak transparan.

Reseller Gamis Satu-satunya Di Indonesia

Untuk tempat tempat yang cocok membuka butik ialah di Pasaraya, Blok M. Fashion mall itu tak hanya mewah dan elite, tapi juga menjadi pusat mode ibu kota reseller gamis sebelum Sogo, Seibu, atau sabilamall. Bisnis pakaian muslim Ida sedang berkembang. Ia kerap menggelar pameran fashion di beberapa negara, mulai dari Malaysia hingga Rusia.

Setelah itu, perancang busana muslim mulai bermunculan mengikuti jejak Ida Royani, seperti Anne Rufaidah, Ida Leman. Pakaian muslim mulai memasuki Pasaraya. Bahkan, Anne Rufaidah reseller gamis yang juga salah satu pelopor, pada 1985 mengekspor desainnya ke Arab Saudi. Desainnya sudah dikenal hingga mancanegara melalui berbagai fashion show, seperti di Malaysia, Aljazair, Dubai dan India.

Alhasil, popularitas busana muslim meningkat pada tahun 1990-an. Peningkatan ini disebabkan oleh semakin diterimanya identitas Islam oleh rezim Orde Baru. Apalagi, Presiden Soeharto mulai merangkul kalangan Islam.

reseller gamis

Di era ini, jumlah jamaah pengajian semakin meningkat. jamaah jamaah ini sering kali dipimpin oleh pengkhotbah selebriti yang modis. Selain Ida sendiri, ada Neno Warisman reseller gamis yang memutuskan memakai jilbab pada 1990-an. Di antara kaum pria, ada kiai Abdullah Gymnastiar, Jefry al-Buchori atau Ahmad al-Hasby yang telah menjadi ikon busana muslim pria.

Mereka menjadi ikon penting yang menarik orang untuk menggunakan busana muslim, terutama busana muslim yang fashionable. Ida sangat memahami posisi itu untuk bisnisnya. Ida kemudian tidak hanya membuat busana muslim untuk wanita. Mukena, baju koko, dan baju muslim anak merupakan varian dari produk bisnis fashion muslimnya.

Saat model busana muslim dan hijabĀ  sedang ramai, banyak pihak yang mengambil bagian di dalamnya. Merek-merek seperti Zoya, Rabbani, Elzatta, bahkan merek-merek ternama reseller gamis seperti Dolce dan Gabbana, DKNY, atau Zara pun bermunculan. Mereka tidak hanya menawarkan gaya hijab yang beragam tetapi juga kemewahan dan status melalui image mereka di masyarakat.

Pada tahun 2000-an model busana muslim berkembang cukup pesat. Fakta tersebut dibuktikan dengan munculnya beberapa merek fashion muslim yang menawarkan berbagai desain busana untuk memenuhi permintaan pembeli.

Pada tahun 2001, APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) mendirikan suatu bagian yang bergerak di bidang busana muslim dan muslimah. Meski sebagian besar desainer reseller gamis yang bergabung adalah wanita, namun desainer ini juga mendesain bukan cuma baju muslim untuk wanita tapi juga untuk pria, remaja dan juga anak-anak.

busana muslim pria yang biasa disebut dengan baju koko tidak hanya digunakan untuk perayaan hari raya tapi juga untuk kegiatan sehari-hari. Baju koko sendiri merupakan kemeja yang bentuknya mirip dengan kemeja, namun memiliki model orang cina.

gombloh

Related Posts

fallback-image

Reseller baju Wanita Muslimah Dan Hijab

fallback-image

Dropship dan Reseller Busana Muslim

fallback-image

Kiat Cara Jadi Reseller online Yang Sukses

fallback-image

Cara Termudah Menjadi Reseller Baju Muslim